Monthly Archives: January 2012

SASAKALA GUNUNG GUNTUR

SASAKALA GUNUNG GUNTUR

Dahulu kala, di suku gunung Kutu (yang kelak

namanya berubah menjadi gunung Guntur) terdapat

sebuah kerajaan bernama Timbanganten. Ibukotanya

bernama Korobokan, tidak jauh dari suku gunung Kutu.

Seluruh penduduknya bekerja sebagai petani dan

peladang. Adapun rajanya bernama Sunan Rangga

Lawe. Ia seorang raja yang adil dan bijak, sehingga

sangat dicintai dan dihormati oleh seluruh rakyatnya.

Sunan Rangga Lawe mempunyai kakak seorang

perempuan bernama Maharaja Inten Dewata. Namun

berbeda dengan pribadi Sunan Rangga Lawe yang

sinatria, kakaknya lebih memilih menjadi pertapa dan

masyarakat biasa. Ia tidak mau tinggal di dalam istana.

Ia lebih senang berkelana ke tiap pelosok kerajaan,

ditemani oleh lelaki yang sudah berumur tua bernama

Batara Rambut Putih. Read the rest of this entry

SASAKALA CIJULANG DAN PANTAI BATUHIU

SASAKALA CIJULANG DAN PANTAI BATUHIU

Dahulu kala, di wilayah kekuasaan kerajaan

Banyumas hiduplah keluarga bahagia pasangan Aki

Gede dan Nini Gede. Pasangan keluarga tersebut

memiliki dua orang anak, yang sulung seorang laki-laki

bernama Sang Lawangjagang, sedangkan yang bungsu

seorang putri yang sangat cantik jelita. Banyak raja dan

ksatria yang melamarnya, namun selalu saja ditolak

oleh sang putri.

Kanjeng Sinuhun, raja kerajaan Banyumas,

termasuk salah seorang yang menyukai sang putri.

Maka Kanjeng Sinuhun pun segera mengajukan

lamaran pada Aki Gede dan Nini Gede. Tetapi seperti

sebelumnya, lamaran itu pun ditolak oleh Aki Gede,

karena merasa anaknya tidak pantas mendapatkan

seorang raja. Aki Gede merasa bahwa putrinya

hanyalah keturunan rakyat biasa dan tidak mungkin

menjadi permaisuri seorang raja. Read the rest of this entry

Candi Cangkuang

Candi Cangkuang terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang , Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Desa Cangkuang dikelilingi oleh empat gunung besar di Jawa Barat, yang antara lain Gunung Haruman, Gunung Kaledong, Gunung Mandalawangi dan Gunung Guntur. Nama Candi Cangkuang diambil dari nama desa tempat candi ini berada. Kata ‘Cangkuang’ sendiri adalah nama tanaman sejenis pandan (pandanus furcatus),yang banyak terdapat di sekitar makam, Embah Dalem Arief Muhammad, leluhur Kampung Pulo. Daun cangkuang dapat dimanfaatkan untuk membuat tudung, tikar atau pembungkus gula aren.

Read the rest of this entry

Obat tradisional/Resep Untuk Penderita Gula – Diabet

ini salah satu resep tradisional,caranya sederhana ,ada sedikit resep pengobatan untuk penyakit GULA…bahannya yaitu ikan Gabus (kuthuk) caranya ikan Gabus dicuci bersih lalu ditaruh panci lalu di TIM tanpa garam atau bumbu setelah matang lalu sipenderita sakit GULA disuruh makan sampai habis, kalau bagian tubuhnya sdh ada yg luka membusuk jangan di amputasi…oleskan minyaknya pada bagian yg luka tadi…

dan……….

Ikan gabus ukuran sedang kira-kira…dibawah 5 ons…di TIM tanpa bumbu apapun setelah matang dan dingin lalu dimakan kecuali bagian kepala…minyaknya untuk mengoles bagian tubuh yg luka…

…..

Semoga bermanfaat _/\_

Sahadat Sunda (1)

sahadat Sunda

sahadat Sunda